Kabulog Bantah Postingan Warganet yang Sebut Tidak Ada Beras Bulog 50kg di Gudang

Header Menu


Kabulog Bantah Postingan Warganet yang Sebut Tidak Ada Beras Bulog 50kg di Gudang

Sunday, April 7, 2024


KAPUAS HULU, ArtikelPublik.com -
Cadangan beras pemerintah untuk masyarakat Kapuas Hulu di gudang Bulog Putussibau, dipastikan aman hingga tiga bulan ke depan.


Hal tersebut disampaikan Kepala Bulog (Kabulog) Putussibau, Kartika, saat ditemui di kantornya, Kamis (28/03/2024).


Dijelaskan Kartika, saat ini jumlah cadangan beras pemerintah (stok) yang ada di gudang Bulog Putussibau sebanyak 517 ton, sementara yang masih dalam perjalanan ada 150 ton 


"Itu semua cadangan beras pemerintah (medium). Kita pastikan stok tersebut aman hingga tiga bulan ke depan karena dalam satu bulan beras SPHP belum tentu bisa terjual sampai 200 ton," terangnya.


Pada kesempatan itu, Kartika juga menanggapi postingan salah seorang warga, yang beredar di salah satu grup media sosial baru-baru ini, yang menyebut tidak adanya beras Bulog yang berbobot 50 kilogram di gudang Bulog Putussibau, namun di toko-toko di pasar banyak, 


Terkait postingan tersebut, Mustika mengaku bingung dan sangat menyayangkan postingan salah satu warganet tersebut.


Menurutnya, beras yang diposting oleh salah seorang warga di salah satu grup media sosial tersebut justru sangat banyak di gudang Bulog Putussibau.


"Saya bingung dengan warga tersebut, apakah dia ada ke gudang Bulog Putussibau atau hanya mengada-ada saja. Kalau dia ada lihat di gudang Bulog Putussibau tentunya dia tahu bahwa sangat banyak beras yang dimaksud. Jadi, kalau dia bilang tidak ada, pertanyaannya apakah dia ada ke gudang Bulog Putussibau atau dia lihat di gudang Bulog mana beras yang tidak ada tersebut," tanyanya.


Masih terkait postingan tersebut, Kartika mengatakan, kalau dia menyebut bahwa beras yang dimaksud banyak di pasar-pasar, justru lebih aneh lagi. Karena, kata dia, mitra-mitra Bulog yang ada di Putussibau ketika ditawarkan beras Bulog dengan kemasan karung yang berbobot 50 kilogram, justru banyak yang menolak.


"Mereka (mitra) lebih memilih beras Bulog yang sudah dikemas karena lebih enak jualnya. Memang ada beberapa yang mau beras Bulog dengan karung yang berbobot 50 kilogram namun sedikit," ungkap wanita yang belum genap dua bulan menjabat sebagai Kabulog Putussibau itu.


Adapun postingan warganet tersebut diposting satu hari yang lalu. Hingga berita ini diturunkan, postingan tersebut telah mendapat 1.400 like (suka) dan 23 komentar. (Noto)