![]() |
| Kondisi jembatan di Desa Keliling Semulung, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, yang terancam roboh sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas. |
KAPUAS HULU, artikelpublik.com - Jembatan di Desa Keliling Semulung, Kecamatan Embaloh Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terancam ambruk.
Jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antarwilayah, yang kondisinya kini memprihatinkan.
Sejumlah bagian jembatan dilaporkan mengalami keropos dan penurunan struktur, sehingga dikhawatirkan berpotensi roboh atau ambruk apabila tidak segera ditangani.
Berdasarkan laporan warga setempat, terdapat tiang dan papan yang sudah patah, bahkan sudah nyaris roboh, di mana ketika kendaraan roda dua melintas, maka jembatan tersebut bergetar.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, bersekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.
“Saat motor lewat terasa goyang. Kami takut kalau tiba-tiba ambruk, apalagi kalau musim hujan debit air sungai meningkat,” ujar seorang warga setempat, menghubungi media ini, Minggu (1/3/2026).
Selain faktor usia bangunan, derasnya arus sungai saat musim hujan juga memperparah kondisi pondasi jembatan. Abrasi di sekitar tiang penyangga membuat struktur semakin tidak stabil.
Warga pun berharap kepada pemerintah daerah dan pihak lainnya untuk segera melakukan pengecekan teknis dan perbaikan darurat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Diketahui, dalam waktu dekat ini warga setempat akan merobohkan jembatan tersebut sebelum ada korban.
"Kami tidak minta jembatan yang permanen, yang penting bisa dilewati dengan aman," tambah warga.
Menurutnya, apabila jembatan Semulung Siawan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, maka dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah dan mengancam keselamatan pengguna jalan serta aktivitas ekonomi warga sekitar lumpuh, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri intensitas pengguna jalan semakin ramai sehingga dikhawatirkan memakan korban jiwa.
Sumber: Warga
Diterbitkan oleh: Noto Sujarwoto
