![]() |
| Cornelis. |
JAKARTA, artikelpublik.com – Legislator senior asal Kalimantan Barat, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H., menekankan pentingnya mengedepankan aspek kemanusiaan dalam merespons dinamika politik dunia yang kian memanas.
Hal itu ditegaskannya saat menghadiri Rapat Paripurna ke-15 Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Selasa (10/03/2026).
Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPR RI, Puan Maharani tersebut, Cornelis mencermati bahwa di balik persaingan kekuatan global, ada nasib manusia yang menjadi taruhan.
"Dari eskalasi geopolitik saat ini, yang perlu kita lihat adalah masalah manusianya," ujar Cornelis singkat namun mendalam, merujuk pada dampak kehancuran dan penderitaan yang timbul akibat eskalasi militer di Asia Barat.
Sejalan dengan prinsip kemanusiaan tersebut, Cornelis bersama pimpinan DPR menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei.
"Atas nama rakyat Indonesia, simpati yang mendalam disampaikan kepada masyarakat Iran atas meninggalnya Pimpinan Agung Iran, Ali Khamenei, Indonesia mendukung kedua belah pihak untuk segera menghentikan eskalasi militer. Kita harus mendorong upaya perdamaian melalui jalur diplomasi, karena yang paling dirugikan dari peperangan adalah kemanusiaan itu sendiri," ungkap Puan Maharani, memperkuat pandangan yang disampaikan Cornelis.
Senada dengan Puan Maharani, Cornelis menilai bahwa ketegangan antara Amerika, Israel, dan Iran tidak boleh hanya dilihat sebagai perebutan kekuasaan, melainkan ancaman nyata bagi hajat hidup orang banyak. Penggunaan kekuatan militer yang mengabaikan kedaulatan negara akan memicu krisis ekonomi yang langsung menghantam masyarakat bawah.
"Jika kita lihat masalah manusianya, ketegangan ini akan berdampak pada naiknya harga minyak, biaya transportasi, hingga harga barang pokok. Nilai tukar Rupiah yang tertekan akan menyulitkan ekonomi rakyat," tegas Puan dalam pidatonya.
Logika kemanusiaan ini pula yang mendasari dukungan Cornelis terhadap gagasan swasembada energi yang dicanangkan Presiden. Menurutnya, mandiri secara energi adalah cara paling konkret untuk melindungi rakyat dari ketidakpastian global.
Kehadiran Cornelis di kompleks parlemen pagi ini juga menandai dimulainya kembali tugas-tugas legislasi setelah masa reses sejak Februari lalu.
Bagi Cornelis, setiap kebijakan yang diambil DPR RI dalam masa sidang, harus bermuara pada satu prinsip utama yaitu keberpihakan pada nasib dan kesejahteraan manusia.
Diterbitkan oleh: Noto Sujarwoto
